Skip to main content

Posts

Featured Post

Yesus Garis Lengkung atau Isa Garis Lurus?

Setelah membikin "keributan," di GKI Jombang, aku kini berangkat menuju Purwokerto. Di kota tersebut aku diajak Pdt. Maria dan Pdt. Dimas untuk bikin goro-goro; memperkuat relasi Kristen-Islam dengan cara mendiskusikan topik yang agak-agak nyrempet bahaya, yakni menyangkut kenaikan Yesus/Isa.

Aku harus mencatat, topik polemis antara Islam-Kristen biasanya cenderung dihindari. Takut nanti malah gegeran. Ketakutan itu aku kira wajar karena sangat mungkin muncul dari model pemikiran yang sejak awal bias dan cenderung kaku dalam melihat sebuah persoalan. Bias dalam arti; pemikiran tertentu selalu lebih dianggap lebih unggul ketimbang lainnya, dan kebiasan ini, lebih jauh, diterapkan kaku tidak hanya secara murni, namun juga sepenuhnya konsekuen.

Jadinya ya mesti gegeran, ilok-ilokan, krayah-krayahan, dan cokotan-cokotan. Apalagi hingga saat ini Mahkamah Agung dan Mahkamah Konstitusi belum punya kewenangan untuk menangani perselisihan pandangan, misalnya, "Apakah Yesus/Isa …
Recent posts

MERAGUKAN AGAMA SENDIRI, BOLEHKAH?

Matahari sudah membumbung cukup tinggi. Makin lama sinarnya membuat wajahku panas. Aku pun terbangun. Begitulah alarm natural di kamarku.

Aku melihat whatsapp, puluhan pesan telah masuk. Hampir semuanya seputar urusan hari permaafan formal internasional. Namun ada satu yang menarik; urusan meragukan iman.

Oh ha, Mentari bukanlah nama sebenarnya. Kami tidak pernah bertemu fisik, hanya di FB saja.

---

Mentari: Assalamualaikum Gus.
Minal Aidin wal Faizin
Maaf lahir batin..🙏
Gus, saya boleh curhat dikit Ndak? Beberapa bulan lalu saya baca tulisan seorang fisikawan, bahwa bumi ini sudah terbentuk jutaan tahun. Manusia pertama sendiri diperkirakan 250 ribu tahun. Tapi agama baru hitungan 8-9 ribu tahun.

Ditambah lagi sy melihat ada banyak bentuk kekurangan dalam agama. Soal poligami dan perbudakan misalnya. Setelah membaca itu jujur sy menjadi agnostik.

Sebenarnya sy masih percaya Tuhan, tapi saya ragu pada agama. Mohon pencerahannya Gus. Bantu saya kembali yakin pada agama ini. Sy fakir…

TEMANI KAMI MENJADI DEWASA

MAAFKAN KAMI, selama hampir sebulan penuh telah membuat republik ini menjadi panggung bagaimana kesalehan kami tercitrakan. Jika boleh jujur, ingin rasanya menutup mukaku ini karena rasa malu. Betapa tidak, tigapuluh hari kalian harus menenggang manifestasi praktek spiritualitas yang menurutku kurang dewasa. Istirahat kalian tidak cukup nyaman karena loud speaker masjid dan musalla menyalak lebih lama. Belum lagi tradisi patrol membangunkan sahur yang tak pernah absen sejak dini hari. Yang paling memilukan barangkali tayangan-tayangan di layar televisi. Ceramah agama kerap didominasi konten yang  mengunggul-unggulkan produk sendiri tanpa intensi merangkul produk lain. Itu belum seberapa. Penayangan artis-artis muallaf menghiasi televisi sungguhlah sebuah hal yang tidak bisa dikatakan toleran. Coba bayangkan, bagaimana perasaan kita jika misalnya pada saat menjelang natal, televisi menayangkan para artis yang berpindah keyakinan dari Islam dan bangga dengan hal itu. Piye perasaanmu? …

NU dan Pancasila; Membayar Hutang Sejarah Yang Tidak Mudah

SELAMA ini, NU dikenal sangat getol menyuarakan pembelaannya terhadap Pancasila. Keberpihakannya semakin mencolok saat gelombang khilafah berusaha melumat Bangsa ini, dilumat untuk tunduk pada Islam politik. Sangat sulit untuk tidak melihat NU tampil sebagai satu-satunya ormas Islam "ivy league," yang membabati gerogotan kanker tersebut saat lainnya diam dan malas. Kenapa NU bisa sedemikian ngototnya membela Pancasila, vis a vis melawan tubuh Islamnya sendiri? Menurut saya, NU sedang membayar hutang sejarahnya. Sejak menit pertama perumusan Pancasila Juni 1945, melalui wakilnya, Wahid Hasyim, NU mendukung ideologi Islam sebagai platform utama Pancasila. Bersama-sama wakil Muslim-Nasionalisnya, ia setuju Piagam Jakarta tercantum dalam sila pertama, presiden haruslah orang Indonesia asli yang beragama Islam. Dua hal penting ini adalah cerminan betapa elit Islam kala itu menganggap kelompoknya punya jasa lebih besar, jumlah lebih banyak, ketimbang kelompok lainnya. Seandainy…

CERITA SERU DI KINIBALU EMPAT SATU

Kinibalu 41 adalah markas Yayasan Kasih Bangsa Surabaya, tempat bedah buku "Mengeja Cahaya," pada Sabtu (18/5). Kinibalu 41 identik dengan tarekat CM (Congregatio Missionis), sama seperti halnya SMA Sinlui dan 6 paroki lainnya di Surabaya. CM berbeda dengan Pr, atau projo. Biasanya, Pr datang belakangan ke suatu wilayah setelah tarekat CM atau tarekat SJ (Jesuit) masuk terlebih dahulu.Oleh panitia bedah buku, aku didudukkan di kursi sebelah Rm. Robertus Wijanarko, akrab dipanggil Romo Jack. Dia adalah orang  penting dalam tarekat CM seluruh Indonesia. Dua romo lain yang hadir, Rm. Parno dan Rm. Novan, keduanya sama-sama dari tarekat CM, tampak hormat sekali pada Romo Jack. Rm. Jack adalah pengajar senior di STFT Widya Sasana Malang. Aku pernah tidur selama seminggu di sekolah ini saat mengikuti kuliah singkat filsafat tahun 2001 ketika masih di PMII Jombang. Itu merupakan pengalaman pertama dalam hidupku tidur di luar rumah selain masjid, surau dan pesantren. Ibuku sangat te…

JEJAK SUCINYA CINTA TERLARANG DAN KONSILI VATIKAN II DI FILM NOVITIATE

Novitiate (bacanya: novisyiet) artinya calon biarawan/wati atau suster dalam tradisi Katolik Roma. Aku mengetahui film ini dari Trisno Madia. Ulasannya cukup membuatku tergerak ingin menonton film Hollywood tahun 2017 yang menceritakan pengembaraan seorang calon suster di lingkungan biara.

Lebih khusus, rasa penasaranku tersulut oleh informasi adanya aktifitas seksual sesama jenis. Sensasinya seperti akan menyaksikan film tentang fenomena mairil (amraad) di pesantren tertentu. Hasratku pada Novitiate makin bergolak saat tahu Rotten Tomatoes, situs yang terkenal sangat pelit memberi rating film, malah justru mengganjar Novitiate dengan nilai 83,7% sebuah jaminan mutu atas karya film.

"Seheboh apa sih film ini?" Aku menggumam dalam hati sembari membayangkannya dengan Ave Maryam. Kupacu motorku ke warkop berwifi gratis. Setelah memesan Javanesse-Americano coffee -- campuran kopi tubruk 2k dan es batu 1k -- aku segera mencarinya di dunia maya non-torrent. Sebagaimana aku duga …

Pernyataan Sikap Jaringan Islam Antidiskriminasi (JIAD) terkait pelarangan Sdr. Slamet untuk tinggal di Dusun Karet Bantul karena beragama Katolik

Pernyataan Sikap Jaringan Islam Antidiskriminasi (JIAD) terkait pelarangan Sdr. Slamet untuk tinggal di Dusun Karet Bantul karena beragama Katolik


Telah beredar luas di media sosial peristiwa pengusiran Sdr. Slamet dari dusun Karet Bantul Yogjakarta. Lelaki ini tidak diperkenankan tinggal di dusun tersebut dengan alasan tidak beragama Islam. Dusun Karet sendiri mengklaim memiliki aturan internal yang hanya memperbolehkan orang Islam saja tinggal di wilayah tersebut.

Meski dalam prosesnya, Pemkab Bantul telah memfasilitasi pertemuan antara pihak dusun, Slamet, dan instansi terkait, Jaringan Islam Antidiskriminasi (JIAD) menyatakan sikap sebagai berikut:


1. Mengecam aksi pelarangan sdr. Slamet untuk tinggal di dusun Karet Bantul. Hal tersebut merupakan bentuk nyata diskriminasi berbasis keyakinan/agama. Setiap orang punya hak untuk tinggal di mana saja sepanjang tidak melanggar hukum dan ketentuan yang telah disahkan pemerintah pusat dan daerah;

2. Peraturan Dusun Karet terkait pelara…

PENDETA LGBTIQ; STEVE (CLEMENT) SULEEMAN

Ia adalah alasanku ke Jakarta hari ini.
...

Baru kali ini berkereta menuju Jakarta di pagi hari. Baru kali ini pula aku harus ganti dua kereta untuk mencapainya. Beginilah enaknya hidup dekat 3 persimpangan jalur raksasa kereta api pulau Jawa; Babat, Jombang, dan Kertosono.

Di Jakarta nanti aku akan menghadiri acara emeritasi kependetaan seorang teman. Ia berbaik hati mengundangku meski aku bukan jemaatnya. Sungguh ini merupakan kehormatan bagiku. Jika ditelisik lagi, acara nanti akan menggenapi keterlibatanku dalam prosesi kependetaan di GKI. Maksudku, aku pernah diundang dalam 1 kali penahbisan, 3 kali peneguhan, dan (akan) sekali emeritasi.

Stephen Suleeman adalah satu-satunya pendeta yang akan masuk masa emeritus, yang aku kenal di GKI, yang aku panggil "Mas," Dua lain yang aku tahu; Pdt.Simon Filantropa dan Pdt. Budi GKI Gurah, masih aku panggil "Pak," Begitu pula dengan dua yang telah lulus emeritasi; Pak Stefanus dan (jika tidak salah) Pak Abdi -pendeta ya…

Rilis 'LINDUNGI KEHORMATAN YANG HIDUP DAN YANG MATI!"

*Rilis Jaringan Islam Antidiskriminasi Jawa Timur terkait Aksi Kekerasan Oknum Warga kepada Nurul Chakim, salah satu aktifis KontraS Surabaya, saat Mediasi Polemik Kuburan Kristen alm. Nunuk di Ngares Kidul Gedeg Mojokerto.*


*"LINDUNGI KEHORMATAN YANG HIDUP DAN YANG MATI!"*

Baru saja saya menelpon Fatkhul Khoir (Juir), Kontras Surabaya, yang ikut dalam rapat mediasi penyelesaian sengketa makam Kristen alm. Nunuk di Ngares Kidul Gedeg Mojokerto. Rapat mediasi dilaksanakan di balai desa Ngares, Kamis (28/2).

Juir tidak sendirian. Dia ditemani Chakim, kordinator Kontras Pos Jombang-Mojokerto, dan keluarga alm. Nunuk. Keluarga memang menunjuk Kontras Surabaya sebagai kuasa hukum keluarga dalam kisruh ini.

"Kim, kamu baik-baik saja?" saya mengirim pesan ke Chakim karena Juir mengaku sedang sibuk menulis kronologis kejadian yang menimpa Chakim baru saja.

"Agak pusing kepala iki, Kang Aan," balasnya. Lalu saya telpon dia.

Darinya, saya mendapat kabar bahwa rapa…

UAS, TAQIYYA DAN NAHDLATUL ULAMA

Betapa senangnya mengetahui Ustadz Abdus Somad (UAS) melakukan safari panjang, mengunjungi kiai-kiai NU, bahkan ke makam para pendiri NU di Jombang. Bahkan gelar ustadz yang disandang, kabarnya "dinaikkan," menjadi "syekh," --sebuah status relijius yang cukup tinggi ketimbang, katakanlah, "kiai," apalagi "gus,"

Kini UAS berubah menjadi SAS. Selamat.

Teman (T): Cak, UAS sowan kiai-kiai NU. Sampeyan seneng kan?
Saya (S): Biasa saja. Fulitik. Isuk dele, bisa jadi sore tempe.
T: Sampeyan meragukan ketulusan UAS?
S: Aku senang persowanan itu. Namun, hanya dia dan Gusti yang tahu tentang ketulusan itu. Terasa agak aneh saja melihat orang yang belum lama begitu bersemangat menggaungkan tegaknya negara Islam dan mencela keras rezim saat ini tiba-tiba berbalik 180 derajat. Namun jika Tuhan berkehendak seperti itu, siapa yang akan mampu menahanNya.


Sejujurnya, memoriku kembali mencoba menjumputi remahan tulisan menyangkut doktrin taqiyya dalam politik …