Skip to main content

Posts

Featured Post

Hitam-Putih di GKI Pondok Indah

Dalam cara pandang purifikasi ajaran, dunia ini dipilah secara arbitrer --semena-mena; hitam-putih. Yang satu merasa lebih superior sembari menista yang lain sebagai "yang lebih rendah".  Seluruh bangunan pengetahuan kemudian dibangun untuk mengokohkan itu. Agama langit datang mendaku sebagai yang superior. Kepercayaan lokal yang lebih dulu datang dituding menjadi yang sesat. Oleh yang "putih", " hitam" adalah gelap --musuh dari terang. Tidak boleh ada percampuran. Sebab, percampuran berarti pengkhianatan yang berakibat timbulnya berbagai konsekuensi, termasuk eksklusi, perdikan, ekskomunikasi, dan alienasi.Malam itu, Senin (27/11), dalam peneguhan Pdt. Bonnie, kawan saya yang bertugas di GKI Pondok Indah, saya menabraki itu semua. Hitam bercampur putih. Gelap mengkhianati takdirnya; menelusup di antara yang hitam. Anehnya, oleh yang hitam, saya yang putih tidak dipandang sebelah mata. Sebaliknya, saya dirangkul dengan hangat tanpa dipaksa menjadi hitam. …
Recent posts

Test drive

Jsnsjsnsn.ssbs

Undangan Berpartisipasi Menerbitkan Buku Narasi Memori "Ada Aku di antara Tionghoa dan Indonesia"

KAWAN-KAWAN, setelah melalui proses panjang akhirnya kami bisa mengumpulkan sekitar 70an tulisan  narasi memori Tionghoa. Penulisnya datang dari latar belakang yang sangat beragam; pendeta, santri, bhante, seniman, guru, ustadz, dosen, teolog, pengacara, ibu rumah tangga, aktifis, mahasiswa, Kristen, Islam, Buddha, Khonghucu, agnostik, hetero, homo, Jawa, Madura, Tionghoa, campuran, dll. Tumplek blek.Sebagian nama penulis, bisa dicek di sini. Dan menariknya, mereka menulis secara sukarela alias tidak dapat honor.Tulisan-tulisan itu merupakan cerita personal masing-masing penulis kala bersinggungan dengan TIONGHOA. Ada suka, namun kebanyakan bercerita tentang duka.
Kini tulisan ini tengah dalam proses editing dan layout.
Jika Anda memandang proyek ini akan bermanfaat bagi peradaban, kami mengundang Anda untuk bisa lebih terlibat dalam penerbitan dan kampanye buku ini.
Caranya? Silahkan donasikan sebagian rejeki anda melalui BCA Prapen Surabaya nomor rekening 5120458304&#1…

Ave Maria dan Rumitnya Cicit Perempuan Nabi

Saya trenyuuuh menonton video yang viral dibagikan oleh akun FB Boedi Suhardi. Dalam video berdurasi 01:39 detik itu, seorang perempuan berjilbab sedang menyanyi Ave Maria di misa requirem, di Gereja Katedral Bogor. Perempuan yang tidak disebut namanya itu, menurut pengunggah status, adalah kawan dari almarhumah, Chatarina Suyanti. Entah siapa dia, saya tidak kenal. Yang saya tahu, dari ratusan komentar di status tersebut hampir semuanya menyatakan kekagumannya. Terhadap apa pastinya, saya juga tidak yakin. Namun hipotesis saya mengatakan, mereka tersihir oleh dua hal; keberaniannya menyanyikan Ave Maria dengan seluruh atribut muslimah yang ia kenakan di Katedral, serta suaranya yang sangat menyayat-nyayat. Nampak jelas ia begitu berduka dan mampu meluapkannya melalui nyanyian itu. Islam, perempuan, nyanyi dan pemakaman merupakan  diksi yang tidak bisa akur. Jika anda perempuan, jangan pernah berfikir untuk berani menyanyi lagu sedih di pemakaman orang Islam. Kenapa bisa demikian? Say…

Yang Terhormat Ibuku

Lihatlah perempuan yang aku lingkari. Itu adalah ibuku, Alfiyah. Ia putri kedua alm. Abdul Wahab, kiai kampung di Plemahan Sumobito Jombang yang pernah menjadi anggota DPR kabupaten dari Partai NU hasil Pemilu 1955.

Ibuku adalah kembang desa, suaranya merdu, dan sangat mandiri secara ekonomi. Ia bekerja menjaga toko pracangan yang ia bangun sejak dari nol di Pasar Mojoagung. Dalam aspek ekonomi, bapakku yang lebih fokus ngurusi politik dan perLSMan sangat beruntung mendapatkannya.

Entahlah, kenapa ibuku memilih dia dari sekian banyak laki-laki yang mengejarnya. Ibu tidak pernah bercerita padaku, kecuali bahwa hubungan mereka tidak direstui oleh ibu dari bapakku. Nenekku, disamping sudah punya calon istri untuk bapakku, nampak cukup terancam dengan kosmpolitanisme ibuku.

Ibuku itu sangat mudah bergaul dengan siapa saja. Yang aku ingat, setiap kali berjalan, ia selalu menyapa orang yang dikenalnya -bahkan ketika yang disapa itu tidak sedang melihatnya sekalipun. Ia tidak segan berter…

Analisis Pendek Cawabup Jombang --untuk Anggi Radar

Jombang ke depan butuh kepemimpinan yang lebih baik dari duet Nyono-Munjidah karena kabupaten ini punya berbagai persoalan, terutama layanan publik di hampir semua sektor.

Realitas politik hari ini masih menempatkan Nyono Suharly sebagai figur sentral yang punya kesempatan memenangkan pilkada. Peluang yang sama juga dimiliki oleh Munjidah -sungguhpun harus diakui keduanya termasuk bagian dari rezim hari ini.

Keduanya selama lima tahun telah menunjukkan kelemahan fundamental, yakni tidak mampu mengelola birokrasi yang bekerja dalam koridor tata pemerintahan yang transparan dan akuntabel.

Bagi saya, keduanya perlu memikirkan secara serius siapa yang akan digandengnya dengan cara menempatkan kepentingan perbaikan kabupaten ini sebagai prioritas -bukan sekedar hitungan politik menang-kalah.

Cawabup yang harus mendampingi haruslah figur kuat yang mampu memperkuat soliditas birokrasi dalam melayani kepentingan publik dengan sensitifitas terhadap keberadaan Jombang sebagai Kota Toleransi…

Tembok Ratapan di GKI Krian Sidoarjo

Sekuat memori ini mengingat, sudah lebih dari lima tahun saya keluar-masuk gereja --sebuah aktifitas tidak biasa untuk ukuran komunitas Islam-Sunni-Jawa. Ketertarikan saya dalam isu lintas iman barangkali menjadi faktor utamanya. Setiap aktifis tentu punya fokus ketertarikan pada isu yang berbeda. Ada kawan yang menemukan chemistry-nya pada persoalan agraria dan sumberdaya alam, buruh migran, kemiskinan, antikorupsi, hingga isu popok bayi di Sungai Brantas.

Sebagai muslim sejak baby, saya melihat kekristenan merupakan entitas unik dan rumit dalam belantara memori yang ditancapkan dalam kontestasi keagamaan -Islam vs non-Islam. Saya merasa Islam menaruh perhatian khusus terhadap kekristenan. Yakni, alih-alih meletakkannya dalam kerangka persekawanan, Islam cenderung memposisikan agama ini sebagai seteru abadi, setidaknya di Indonesia.

Coba tunjukkan, di negara mayoritas Islam mana yang punya rekor melampaui Indonesia dalam hal persekusi rumah ibadah Kristen dalam 17 tahun terakhir i…

Tembok Ratapan di GKI Krian Sidoarjo

Sekuat memori ini mengingat, sudah lebih dari lima tahun saya keluar-masuk gereja sebuah aktifitas tidak biasa untuk ukuran komunitas Islam-Sunni-Jawa. Ketertarikan saya dalam isu lintas iman barangkali menjadi faktor utamanya.

Setiap aktifis tentu punya fokus ketertarikan pada isu yang berbeda. Ada kawan yang menemukan chemistry-nya pada persoalan agraria dan sumberdaya alam, buruh migran, kemiskinan, antikorupsi, hingga isu popok bayi di Sungai Brantas.

Sebagai muslim sejak baby, saya melihat kekristenan merupakan entitas unik dan rumit dalam belantara memori yang ditancapkan dalam kontestasi keagamaan Islam vs non-Islam. Saya merasa Islam menaruh perhatian khusus terhadap kekristenan. Yakni, alih-alih meletakkannya dalam kerangka persekawanan, Islam cenderung memposisikan agama ini sebagai seteru abadi, setidaknya di Indonesia.

Coba tunjukkan di negara mayoritas Islam yang punya rekor melampaui Indonesia dalam hal persekusi rumah ibadah Kristen dalam 17 tahun terakhir ini? Saya…

Warna-Warni Menggemaskan di Joglo Sinau Gereja Bethany Gudo Jombang

Oleh: Oktavia Kristika Sari

“Marilah kita bangun bangsa dan kita hindarkan pertikaian yang sering terjadi dalam sejarah. Inilah esensi tugas kesejarahan kita, yang tidak boleh kita lupakan sama sekali”
                     K.H. Abdurahman Wahid

Pertikaian, satu kata yang mampu memecah belah persahabatan, keluarga, masyarakat, bahkan bangsa yang besar sekalipun, termasuk Indonesia. Munculnya berbagai macam paham dan gerakan-gerakan adalah karena pertikaian dan untuk memicu pertikaian selanjutnya. Ingatkah kita apa yang terjadi setelah Indonesia merdeka? Pertikaian. Dan lagi-lagi agama dan kepercayaan lah pemicunya.

Selama 14 tahun setelah reformasi setidaknya 2.398 kasus kekerasan dan diskriminasi yang ada di Indonesia. Yayasan Denny JA mencatat dari jumlah itu paling banyak diskriminasi dilatarbelakangi keagamaan yaitu 65%. Konflik Maluku merupakan contoh konflik berlatar agama yang menimbulkan korban paling banyak yaitu  8000 - 9000 orang meninggal, 29.000 rumah terbakar, 47 masjid…

Siti Maryam yang Baru Aku Kenal

Beberapa hari lalu, saya diundang acara tujuh bulan kehamilan. Istilah kampungnya tingkeban. Dalam acara itu, para jamaah membaca al-Quran Surah Yusuf. Tidak banyak yang baca karena panjang dan sangat jarang muslim yang hafal --tidak seperti Surah Yaasin atau Waqiah. Dalam acara itu, napaknya hanya saya dan pemimpin upacara yang membaca Yusuf. Ini salah saru surah penting untuk dibaca saat kehamilan, lainnya adalah Surah Maryam. Dalam tradisi santri, jika dua surah ini dibaca terus menerus maka diharapkan jabang bayi akan seperti Nabi Yusuf atau Siti Maryam (SM). Saat kehamilan Cecil dan Galang, saya juga membacanya berkali.Nah, saat membaca Surah Maryam, saya agak kaget al-Quran ternyata menggambarkan berbeda dari apa yang saya persepsi tentang proses kehamilan SM. Yang saya percayai adalah SM hidup sendiri di pengasingan, lalu tuhan berbicara, hanya suara, lalu mengirim selarik sinar yang menuju ke perut SM --seperti di film2 fiksi. Padahal, sebagaimana diceritakan dalam al-Quran, A…