Skip to main content

Posts

Showing posts from March, 2017

Pluralisme Sarung dan Celana Pendek

Untuk kesekian kalinya saya menghadiri diskusi bedah film yang diselenggarakan Staramuda, sekitar dua minggu lalu. Kali ini film besutan Ari Sihasale, Di Timur Matahari, yang mendapat giliran.Jika biasanya penyelenggaraan diskusi berada di tengah kota, kali ini cukup jauh bergeser. Yakni mengambil posisi di Kepanditan Greja Kristen Jawi Wetan (GKJW) Mojowarno. Jaraknya sekitar 17 km dari pusat kota Jombang. Mojowarno ini eksotik secara historis. Setelah 'ditaklukkan' oleh Ditrotuno (Kyai Abisai) -murid Coolen- sekitar akhir 1843, wilayah yang awalnya hutan lebat bernama Dagangan ini menjadi milestone penting dalam penyebaran kristen bumiputra di Jawa Timur. Di Mojowarno inilah proses rekonsiliasi Kristen Jawa Timur terjadi pada 4-6 Agustus 1946. Setelah sebelumnya, GKJW terbelah menjadi dua kubu – RaadPasamuanKristen dan Majelis Agung GKJW- akibat perbedaan pandangan menyikapi politik kolonial saat penjajahan Jepang.Entah sudah berapa judul film yang pernah dijadikan titik dis…

Pelangi untuk KH. Hasyim Muzadi dan Yu Patmi

Bertempat di aula GKJW Jombang, puluhan aktifis lintas iman Kota Santri menggelar doa bersama menandai 7 hari KH. Hasyim Muzadi, Kamis, 22/3.Kordinator acara, Aan Anshori, menegaskan warisan alm. KH. Hasyim Muzadi terhadap kehidupan pluralisme di Indonesia. Alm. merupakan jembatan antarumat beragama untuk menjaga keragaman sebagaimana mandat konstitusi dan ajaran Islam. Menurut Sholeh, wakil dari GKJW, KH. Hasyim Muzadi mempunyai ikatan emosional yang kuat dengan gerejanya. Beberapa kali Kiai Hasyim hadir dalam acara lintas iman yang diselenggarakan GKJW. "Terakhir kali ya dua bulan lalu di Sidoarjo. Pak Hasyim datang memakai kursi roda dengan tangan yang masih ada bekas infus. Kami berhutang jasa pada beliau," tegas guru injil ini dalam refleksinya.Hal senada juga disampaikan Pdt. Kristian Muskanan, gembala Gereja Bethel Diaspora. Ia melihat Gus Dur dan Pak Hasyim sebagai sosok yang konsisten menyuarakan pentingnya hidup harmonis dalam keragaman. "Kami khusus mengadaka…

Kuasa Jahat tengah Mengincar Mata Air Kolondono?

Kawan2, ditangkapnya Taufik, kepala dusun Kolondono Grobogan Mojowarno Jombang, oleh Polres Jombang, 16/3, menyuguhkan dua fakta tak terbantahkan. _Pertama_, ada kekuatan jahat yang sedang mengincar kejernihan air Grobogan dan sekitarnya. Entah dengan cara bagaimana, saya mendengar kabar, kekuatan ini tengah mengincar lahan warga seluas hampir 5 hektar, demi pendirian pabriknya. Itu berarti lahan pertanian warga telah beralih fungsi ke industri. _Kedua_, dalam menjalankan aksi joroknya tidak jarang kekuatan jahat ini memanfaatkan elit masyarakat. Sangat mungkin motivasinya adalah untuk melumpuhkan soliditas warga agar loyo saat menghadapi kekuatan jahat ini.Perlu diketahui, Alloh SWT telah memberikan anugerah luar biasa bagi Grobogan dan Sumberboto, dalam bentuk sumber mata air berkualitas tinggi. Anugerah ini perlu dijaga dengan sungguh-sungguh.Oleh karena itu, warga di sana perlu mempertimbangkan serius masuknya korporasi yang ingi mengkapitalisasi air . Hemat saya, penguasaan air s…

Kota Santri, Kota Jorok Korupsi?

Berita dugaan jual-beli jabatan di lingkungan pemkab Jombang  kembali menyeruak untuk kesekian kalinya. Saat ini ada 7 SKPD yang lowong dan sangat berpotensi dijual dengan harga ratusan juta rupiah. Saya sendiri pernah mendapat cerita dari sumber internal terkait mutasi di tempatnya bekerja. Saat itu ada sekitar tujuh posisi strategis yg lowong di 1 SKPD. Kabarnya, seluruh posisi tersebut dibeli borongan 2 miliar. Itu pun hanya sebatas Plt. Kepala. Bagi saya, komersialisasi jabatan melalui mutasi merupakan modus lama untuk meraup keuntungan secara ilegal. Mutasi-panas akam semakin sering terjadi manakala kepala daerah telah menghaiskan banyak uang saat politik elektoral. Begitulah rumusnya. Jombang terkenal jorok untuk masalah transparansi dan akuntabilitas. Rasan-rasan komersialisasi tak pernah mendapat respon serius dari Bupati, misalnya dengan membangun sistem yang bisa mencegah terjadinya hal ini. Bupati dan wabup tak pernah memberikan teladan bagi pejabat dan rakyatnya agar taat …

Kronologi Pemerkosaan Siswi SD di Wonosalam Jombang

Kronologi ini saya susun berdasarkan pemberitaan di media massa. Para jurnalis/redaktur yang saya kutip di sini merupakan sosok yang saya kenal secara personal selama bertahun-tahun.Penyusunan ini merupakan ikhtiar menggalang solidaritas agar penegak hukum segera menangkap 4 pelaku yang masih buron hingga sekarang. Kasus ini, yang saya dengar, telah didampingi oleh beberapa kawan LSM di Jombang, misalnya LPA dan LP2A. Atas hal itu, kita patut mengapresiasi dan memberikan hormat  Saya sendiri tidak ikut mendampingi secara langsung karena keterbatasan yang saya miliki.1. Kasus ini meledak di media massa sekitar 28 Juni 2016. Saat itu kandungan korban telah berusia 9 bulan. Berikut salah satu pemberitaan dari portal bangsaonline.com
----++----
JOMBANG, BANGSAONLINE.com - Seorang bocah SD, Fara (bukan nama sebenarnya), 13, mengaku dihamili lima pemuda yang tak lain tetangganya sendiri. Usia kehamilan Warga Kecamatan Wonosalam, Kabupaten Jombang itu sudah mencapai 9 Bulan. Kini ia hanya bi…