Skip to main content

Iklan

Kuasa Jahat tengah Mengincar Mata Air Kolondono?

Kawan2, ditangkapnya Taufik, kepala dusun Kolondono Grobogan Mojowarno Jombang, oleh Polres Jombang, 16/3, menyuguhkan dua fakta tak terbantahkan. _Pertama_, ada kekuatan jahat yang sedang mengincar kejernihan air Grobogan dan sekitarnya. Entah dengan cara bagaimana, saya mendengar kabar, kekuatan ini tengah mengincar lahan warga seluas hampir 5 hektar, demi pendirian pabriknya. Itu berarti lahan pertanian warga telah beralih fungsi ke industri.

_Kedua_, dalam menjalankan aksi joroknya tidak jarang kekuatan jahat ini memanfaatkan elit masyarakat. Sangat mungkin motivasinya adalah untuk melumpuhkan soliditas warga agar loyo saat menghadapi kekuatan jahat ini.

Perlu diketahui, Alloh SWT telah memberikan anugerah luar biasa bagi Grobogan dan Sumberboto, dalam bentuk sumber mata air berkualitas tinggi. Anugerah ini perlu dijaga dengan sungguh-sungguh.

Oleh karena itu, warga di sana perlu mempertimbangkan serius masuknya korporasi yang ingi mengkapitalisasi air . Hemat saya, penguasaan air secara sepihak oleh pemodal tidak hanya merugikan generasi saat ini saja, namun juga akan berimplikasi serius terhadap masa depan anak-cucu.

Dari mana warga akan memenuhi kebutuhan air mereka jika disedot secara rakus? Apalagi Jombang termasuk kawasan yang sangat rentan bencana kekeringan.

Saya berpandangan, warga perlu mendatangi DPRD dan Bupati untuk menolak cengkraman kekuatan pemodal di sana. Saya juga meyakini, akan lebih banyak mudlarat ketimbang manfaat ketika air Grobogan telah dikapitalisasi.

Mari kita selamatkan sumber air kita.

Aan Anshori

Comments

Tulisan Terpopuler

Lady Sukayna; Sejarah Islam Berhutang Banyak Padanya

Bukan, ia bukan tokoh masa kini seperti Lady Di(ana) atau Lady Gaga. Saya berani jamin Anda pasti kesulitan melacaknya di Vanity Fair atau majalah selebriti kelas Bollywood bahkan Hollywood sekalipun. Sebaliknya, narasi keberadaan Sukayna terserak dalam karya akademik atau relijus yang kita sendiri tahu bahasanya membosankan, belum lagi kerap menggunakan teks Inggris atau Arab.

Termenung di Hadapan Salib GKJW Banyuwangi

Oleh Fina MawadahEntah aku harus memulai ini dari mana,  yang jelas semua hal apapun itu pasti ada permulaan, pasti ada yang pertama, pertama aku masuk Banyuwangi, pertama masuk kampus, dan kali ini untuk pertama kalinya aku masuk gereja. Menjadi yang minoritas atau bahkan satu-satunya sudah sering kualami. Satu-satunya mahasiswa fakultas ekonomi prodi manajemen semester VI UNTAG Banyuwangi yang berasal dari Sumatra (Lampung), menjadi  satu-satunya yang tidak memahami bahasa Madura ketika event silaturahim dan diskusi bersama sahabat-sahabat PMII Jember, Situbondo, Bondowoso dll. Tapi hari ini, malam ini, 10 Juni 2017, di sini, di Gereja Kristen Jawi Wetan (GKJW) Banyuwangi, aku menjadi minoritas bahkan satu-satunya yang memakai hijab dalam acara buka bersama dan sarasehan. Ragu bercampur takut ketika menerima pesan dari aktifis GUSDURian Banyuwangi, mas Ahmad "Tejo" Rifa'i, yang berisi ajakan untuk acara ini.  Bagaimana tidak, ini bukanlah hal biasa bagiku, lagi pula in…

Hitam-Putih di GKI Pondok Indah

Dalam cara pandang purifikasi ajaran, dunia ini dipilah secara arbitrer --semena-mena; hitam-putih. Yang satu merasa lebih superior sembari menista yang lain sebagai "yang lebih rendah".  Seluruh bangunan pengetahuan kemudian dibangun untuk mengokohkan itu. Agama langit datang mendaku sebagai yang superior. Kepercayaan lokal yang lebih dulu datang dituding menjadi yang sesat. Oleh yang "putih", " hitam" adalah gelap --musuh dari terang. Tidak boleh ada percampuran. Sebab, percampuran berarti pengkhianatan yang berakibat timbulnya berbagai konsekuensi, termasuk eksklusi, perdikan, ekskomunikasi, dan alienasi.Malam itu, Senin (27/11), dalam peneguhan Pdt. Bonnie, kawan saya yang bertugas di GKI Pondok Indah, saya menabraki itu semua. Hitam bercampur putih. Gelap mengkhianati takdirnya; menelusup di antara yang hitam. Anehnya, oleh yang hitam, saya yang putih tidak dipandang sebelah mata. Sebaliknya, saya dirangkul dengan hangat tanpa dipaksa menjadi hitam. …