Skip to main content

Posts

Showing posts from May, 2017

Sebuah Catatan Pengalaman: Kongres Ulama Perempuan Indonesia dan Persoalan Kemanusiaan

Oleh: Rindang Farihah
Direktur Mitra Wacana WRC, Wakil Ketua PW Fatayat NU DIY
Perempuan adalah Persoalan Umat
Selama ini dalam masyarakat kita seakan-akan perempuan sebagai sumber masalah dari segala masalah. Sehingga banyak upaya dari pihak - pihak tertentu yang ingin melakukan kontrol terhadap perempuan agar tidak menimbulkan masalah di masyarakat. Tafsir agama yang tidak adil gender adalah salah satu faktor saja.

Konstruksi Gelap Pemurtadan Rosnida

NAMA Rosnida tiba-tiba mencuat ke publik. Dosen Fakultas Da'wah dan Komunikasi UIN Ar-Raniry Aceh ini dianggap “mempermalukan” institusi tempat ia mengajar. Doktor jebolan Flinders University ini -bahkan- dituduh telah melukai dan tidak menghormati tradisi Aceh. Media online beraliran kanan menudingnya telah melakukan pemurtadan terhadap mahasiswanya. Kenapa demikian?

Dari mana Pesona Lady Sukayna Bermula?

TULISAN SAYA tentang kontroversi Lady Sukayna al-Husayn diakses lebih dari 6000 kali dalam waktu kurang dari 10 hari. Terima kasih.  Ini rekor baru melampaui artikel lain saya, Mewahidkan Nusron. Ada banyak yang belum bisa menerima potret Lady Sukayna dalam tulisan tersebut. "Mana mungkin cicit Nabi bisa sesembrono itu? Tidak patuh pada suami dan mempermalukan keluarga besarnya," kira-kira demikian. Faksi ini berusaha sekuat tenaga menolak citra-sungguh Sukayna karena berbeda dengan imajinasi idealitas perempuan/istri yang selama ini ada.

KUPI Dan Perjuangan Panjang Kaum Tertindas

Kata KUPI mirip dengan 'kopi'. KUPI sendiri singkatan dari Kongres Ulama Perempuan Indonesia. Ketika kami berangkat ramai-ramai dengan semangat membara dari Jombang menuju Cirebon lewat jalur utara (kota Babat) karena di jalur selatan sudah tidak ada lagi tiket, ada seorang saudara lelaki yang bilang begini; "Wah ikut KUPI pasti tidak ngantuk karena minum kopi terus,"

Mewahidkan Nusron

Aksi berani Nusron Wahid menghadapi wakil MUI dan beberapa narasumber dalam kisruh 'penistaan agama' oleh Ahok di ILC menuai banyak simpati dan kecaman. Dengan stylenya yang meledak-ledak, Ketua PBNU ini mengingatkan para pihak agar tidak sembarangan memaksakan tafsir atas al-Quran

Lady Sukayna; Sejarah Islam Berhutang Banyak Padanya

Bukan, ia bukan tokoh masa kini seperti Lady Di(ana) atau Lady Gaga. Saya berani jamin Anda pasti kesulitan melacaknya di Vanity Fair atau majalah selebriti kelas Bollywood bahkan Hollywood sekalipun. Sebaliknya, narasi keberadaan Sukayna terserak dalam karya akademik atau relijus yang kita sendiri tahu bahasanya membosankan, belum lagi kerap menggunakan teks Inggris atau Arab.

Senjata dan Kepanikan di Joglo Kembar Klaten

Berbeda dengan aksi di Jombang, Surabaya atau Timor Leste yang lebih meriah, refleksi di Klaten berjalan minimalis, Jumat (12/5). Kami hanya berkumpul, menyanyikan Indonesia Raya, berdoa dua kali untuk Indonesia yang lebih adil dan bebas intolerans.

Occam Razor: Dibalik Kebebalan Ahok

Aan Anshori (Penggerak Jaringan GUSDURian Jombang)Saya menyukai Occam Razor. Mungkin jutaan yang lain juga meskipun terkadang tidak menyadarinya. Occam's razor bisa dipahami sebagai sebuah prinsip;jawaban/solusi praktis atas suatu persoalan akan cenderung diadopsi. Misalnya begini, bagaimana cara agar seseorang terpenuhi kebutuhan online-nya selama 24 jam? Ganti ke smart phone, atau tetap mempertahankan hp jadul - dan menumpukan diri pada laptop plus modem eksternal? Rasanya opsi pertama akan banyak dipilih mengingat sisi praktisnya.Contoh lagi, terkadang kita mengalami kebosanan mendengar penjelasan para ahli yang bertele-tele ketika menawarkan solusi persoalan. Argumentasinya penuh buih dan busa sehingga tak jarang kita mengantuk sembari terlebih dahulu menggerutu; Keep it simple, stupid!. Gerutuan ini sering saya gunakan sebagai pengawas lalu lintas saat menuliskan sesuatu. Inilah maksud dari Occam's Razor.Namun demikian, saya sepenuhnya bisa memahami teriakan Albert Einste…