Skip to main content

Posts

Showing posts from November, 2017

Hitam-Putih di GKI Pondok Indah

Dalam cara pandang purifikasi ajaran, dunia ini dipilah secara arbitrer --semena-mena; hitam-putih. Yang satu merasa lebih superior sembari menista yang lain sebagai "yang lebih rendah".  Seluruh bangunan pengetahuan kemudian dibangun untuk mengokohkan itu. Agama langit datang mendaku sebagai yang superior. Kepercayaan lokal yang lebih dulu datang dituding menjadi yang sesat. Oleh yang "putih", " hitam" adalah gelap --musuh dari terang. Tidak boleh ada percampuran. Sebab, percampuran berarti pengkhianatan yang berakibat timbulnya berbagai konsekuensi, termasuk eksklusi, perdikan, ekskomunikasi, dan alienasi.Malam itu, Senin (27/11), dalam peneguhan Pdt. Bonnie, kawan saya yang bertugas di GKI Pondok Indah, saya menabraki itu semua. Hitam bercampur putih. Gelap mengkhianati takdirnya; menelusup di antara yang hitam. Anehnya, oleh yang hitam, saya yang putih tidak dipandang sebelah mata. Sebaliknya, saya dirangkul dengan hangat tanpa dipaksa menjadi hitam. …

Test drive

Jsnsjsnsn.ssbs

Undangan Berpartisipasi Menerbitkan Buku Narasi Memori "Ada Aku di antara Tionghoa dan Indonesia"

KAWAN-KAWAN, setelah melalui proses panjang akhirnya kami bisa mengumpulkan sekitar 70an tulisan  narasi memori Tionghoa. Penulisnya datang dari latar belakang yang sangat beragam; pendeta, santri, bhante, seniman, guru, ustadz, dosen, teolog, pengacara, ibu rumah tangga, aktifis, mahasiswa, Kristen, Islam, Buddha, Khonghucu, agnostik, hetero, homo, Jawa, Madura, Tionghoa, campuran, dll. Tumplek blek.Sebagian nama penulis, bisa dicek di sini. Dan menariknya, mereka menulis secara sukarela alias tidak dapat honor.Tulisan-tulisan itu merupakan cerita personal masing-masing penulis kala bersinggungan dengan TIONGHOA. Ada suka, namun kebanyakan bercerita tentang duka.
Kini tulisan ini tengah dalam proses editing dan layout.
Jika Anda memandang proyek ini akan bermanfaat bagi peradaban, kami mengundang Anda untuk bisa lebih terlibat dalam penerbitan dan kampanye buku ini.
Caranya? Silahkan donasikan sebagian rejeki anda melalui BCA Prapen Surabaya nomor rekening 5120458304&#1…

Ave Maria dan Rumitnya Cicit Perempuan Nabi

Saya trenyuuuh menonton video yang viral dibagikan oleh akun FB Boedi Suhardi. Dalam video berdurasi 01:39 detik itu, seorang perempuan berjilbab sedang menyanyi Ave Maria di misa requirem, di Gereja Katedral Bogor. Perempuan yang tidak disebut namanya itu, menurut pengunggah status, adalah kawan dari almarhumah, Chatarina Suyanti. Entah siapa dia, saya tidak kenal. Yang saya tahu, dari ratusan komentar di status tersebut hampir semuanya menyatakan kekagumannya. Terhadap apa pastinya, saya juga tidak yakin. Namun hipotesis saya mengatakan, mereka tersihir oleh dua hal; keberaniannya menyanyikan Ave Maria dengan seluruh atribut muslimah yang ia kenakan di Katedral, serta suaranya yang sangat menyayat-nyayat. Nampak jelas ia begitu berduka dan mampu meluapkannya melalui nyanyian itu. Islam, perempuan, nyanyi dan pemakaman merupakan  diksi yang tidak bisa akur. Jika anda perempuan, jangan pernah berfikir untuk berani menyanyi lagu sedih di pemakaman orang Islam. Kenapa bisa demikian? Say…