Skip to main content

TERJEBAK GENERASI MILENIAL MENDOAN


Rasanya aku belum bisa jauh-jauh dari Purwokerto. Baru saja aku mengunjunginya selama beberapa hari, kini aku sudah harus kembali lagi ke sana.

Takdir akan mempertemukanku lagi dengab puluhan adik-adikku di jurusan Studi Agama-agama IAIN Purwokerto. "Kalian sadar nggak? Jurusan kalian tuh seksi banget. Lebih seksi sedikit ketimbang Tarbiyah namun sejajar keseksiannya dengan jurusanku Syariah," kataku berseloroh saat memompa semangat mereka di Klenteng Hok Tek Bio. Mereka pun bersorak kegirangan.

Ah, dasar generasi milenial (di kota) Mendoan!

Tapi aku suka mereka. Terakhir kali kami ketemu, mereka sangat konfiden sebagai muslim(ah) milenial yang tidak bermadzhab MICIN. Cirinya, tidak alergi masuk rumah ibadah lain dan berdialog dengan pemeluknya, terutama gereja.

Di tengah begitu riuhnya urgensi #revolusimental dan pendidikan Pancasila, ciri di atas adalah indikator yang cukup konkrit dan terukur (measurable) untuk itu. Seringkali pendidikan kewargaan dan Pancasila dipapar tanpa mengindahkan indikator output dan outcomenya, atau diberikan kepada mereka yang sudah tidak perlu lagi. Sehingga tidak heran jika banyaknya proyek Pancasilaisasi atau #revolusi belum berbanding lurus dengan menurunnya kadar intoleransi berbasis agama di kalangan generasi milenial.

See you guys in Purwokerto!

Comments