Skip to main content

Posts

Showing posts from 2019

Muslimah Lesbian di antara Dua GUSDURian

"Gus, saya berbeda," ia bersuara lirih tanpa menatap
Saya kaget, "Maksudnya?"
......

Kami baru bertemu dan berinteraksi sekitar dua jam ketika saya mengantarkan 150an kader PMII Jawa Timur berkunjung ke gereja GPdI Junrejo Batu, Minggu (6/1) Ia sendiri ikut membaur di acara tersebut. Bahkan membantu kami menjadi fotografer dadakan.

Wajahnya tergolong manis. Dibalut busana Islami yang sangat longgar dengan celana gombrong model Aladdin. Ia memakai sepatu sport besar, menjauhi kesan feminin sebagaimana perempuan kebanyakan yang saya tahu.

Dari caranya berbusana, ia nampak sangat ingin menutupi sesuatu dalam dirinya. Entah apa. Namun sejak menit pertama bertemu, dari busananya, sudah terasa ada yang berbeda. Saya merasakan itu.

"Saya lesbian, gus" ia menyeruput es kopi sama dengan yang saya pesan di salah satu food court dekat TMP Batu. Sesekali ia membetulkan letak jilbabnya yang nampak kedodoran. Ia sekali lagi terlihat mencoba begitu tenang saat men…

Mewahnya Gender di Bioskop XXI

Mungkin tidak banyak mahasiswa/i dari kampus Islam yang dapat menikmati tempat duduk ruangan belajar a la bioskop XXI; menjorok ke bawah dengan dosen di posisi terendah.

Model yang umum berlaku dalam pengajaran klasikal Islam adalah sebaliknya; guru di atas, sedangkan murid harus dlosoran di bawah; kiai/bu nyai di atas panggung, jamaahnya klesetan di tanah.

Model kedua inilah yang sebetulnya ditawarkan kepada saya saat mengampu sesi pengantar gender dan Islam, dalam Sekolah Gender dan Islam PMII Universitas Islam Malang, Minggu (6/1).

Saya menolak model ini karena ingin mencoba sesuatu yang baru. Kebetulan lokasi acaranya, di salah satu villa kawasan Junrejo Batu,mempunyai topologi tanah dengan kemiringan yang cukup asyik.

"Kita di luar saja. Aku di posisi bawah. Tolong taruh sepeda motor di sampingku dan papan tulis kecil untuk menempelkan metaplan yang aku buat," pintaku ke panitia.


Forum serasa seperti pengajian pagi yang dibatasi oleh waktu dan keterbatasan perangkat…

Nisan Salib; Mengurai Nalar "Kenapa Kami Ogah Mati Berdekatan dengan Kalian"

Setelah kasus penggergajian nisan salib di Kotagede mencuat beberapa waktu lalu, belasan lagi dirusak di Makam Girilaya Magelang, Rabu (2/1). Polisi yang tengah menyelidiki kasus ini menduga peristiwa ini berkaitan dengan vandalisme.

Girilaya sendiri adalah makam umum (TPU), yang artinya semua jenazah bisa dibumikan di sana. Tak peduli apapun agamanya.

Pengrusakan ini akan sangat sulit dicerna jika dilakukan kalangan Kristen sendiri atau non-Muslim lainnya. Bisa jadi pelakunya ateis, agnostik, atau seorang Muslim.

Tulisan ini hendak menyusuri kemungkinan warisan nalar keengganan sebagian besar Muslim melihat jenazah Islam-Kristen dicampur dalam satu komplek kuburan.

Hipotesis saya; sangat mungkin Pakta Umar (644 M) punya andil signifikan membentuk nalar segregatif umat Islam dalam mengatur pemakamannya bersama non-muslim, sehingga Peristiwa Kotagede mencuat. Namun, bagaimana hal ini bisa terjadi?

Saat Peristiwa Kotagede ramai di media sosial, aku tengah dalam perjalanan menuju Su…

Nisan Salib; Mengurai Nalar "Kenapa Kami Ogah Mati Berdekatan dengan Kalian"

Setelah kasus penggergajian nisan salib di Kotagede mencuat beberapa waktu lalu, belasan lagi dirusak di Makam Girilaya Magelang, Rabu (2/1). Polisi yang tengah menyelidiki kasus ini menduga peristiwa ini berkaitan dengan vandalisme.

Girilaya sendiri adalah makam umum (TPU), yang artinya semua jenazah bisa dibumikan di sana. Tak peduli apapun agamanya.

Pengrusakan ini akan sangat sulit dicerna jika dilakukan kalangan Kristen sendiri atau non-Muslim lainnya. Bisa jadi pelakunya ateis, agnostik, atau seorang Muslim.

Tulisan ini hendak menyusuri kemungkinan warisan nalar keengganan sebagian besar Muslim melihat jenazah Islam-Kristen dicampur dalam satu komplek kuburan.

Hipotesis saya; sangat mungkin Pakta Umar (644 M) punya andil signifikan membentuk nalar segregatif umat Islam dalam mengatur pemakamannya bersama non-muslim, sehingga Peristiwa Kotagede mencuat. Namun, bagaimana hal ini bisa terjadi?
-
Saat Peristiwa Kotagede ramai di media sosial, aku tengah dalam perjalanan menuju S…