Skip to main content

Posts

Showing posts from December, 2019

HEROIK A LA RAHMA, LATIEF DAN INDAH

Heroik itu seperti apa? Bagiku; siapapun yang berani mengambil resiko menghadapi ketakutannya, maka aksi tersebut adalah heroik. Persis seperti yang dialami oleh adik-adikku; Indah, Rahma dan Latief kemarin, Rabu (26/12).

Setelah selesai mengisi acara di Universitas Nahdlatul Ulama Sunan Giri (UNUGIRI) Bojonegoro, aku balik ke Jombang diantar mobil kampus. Dikawal 5 orang, termasuk ketiganya. Aku harusnya diantar ke Pasar Babat untuk selanjutnya ngebis ke Jombang. 
Namun aku meminta mereka mengantarku ke GKJW Sumbergondang Bluluk Lamongan. Jaraknya dari Bojonegoro sekitar 60an kilometer. 
"Eh ada nggak diantara kalian yang belum pernah ke gereja?" tanyaku di mobil. "Saya gus," kata Rahma. "Aku juga belum pernah, gus" kata Indah.
Aku agak kaget mendengar pengakuan mereka, mengingat mereka cukup dekat dengan PMII --Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia-- organisasi mahasiswa yang dikenal cukup moderat. Aku kemudian mewartakan kabar gembira bahwa perjalanan ini men…

MELUNASI JANJI DI GKI DAN GKJW KOTA SANTRI

Kemarin aku menulis status panjang. Status tentang janjiku pada muslimah milenial perempuan untuk mendampinginya masuk gereja, pertama kali dalam hidupnya. Perempuan itu bernama Jihan. Ia yang memakai jilbab di sampingku.

Aku tunaikan janjiku malam ini padanya, di GKI Jombang.
"You are gonna be fine, with me. I will not let you walk alone," aku mengucapkan padanya.
Jihan dan Ainur --yang berkopiah- datang menjemputku di rumah. Keduanya ikut menata roti yang aku pegang. Meletakkan lilinnya dan mengiris roti. 
Roti itu aku beli di toko sebelah rumah bersama Cecil siang hari. Cecil pula yang memilih warna roti dan lilinnya. "Merah aja, Yah. Warna natal," katanya di toko roti. Penjaga toko, ABG perempuan Islam, sempat heran saat Cecil ngomong seperti itu. 

Keheranannya mungkin disebabkan Cecil mengucap "alhamdulillah" dengan keras saat bersin di hadapannya, sebelum ngomong soal Natal. "Mbaknya tadi wajahnya berubah saat aku ngomong Natal. Mungkin ia pikir …

MENUKAR DOA DI GKI BONDOWOSO

Rekor terbaikku dimintai doa lintas agama adalah ketika menghantar emeritasi Pdt. Prof. Gerrit di GPIB Malioboro beberapa bulan lalu. Sebelumnya, saya kerap memimpin doa umum lintas agama, mewakili orang Islam. 

Namun kemarin malam, Sabtu (21/12), ada permintaan agak unik dari kawanku, Pdt. Martin, yang melayani di GKI Bondowoso. 
"Aku nang grejo, gus. Persiapan natalan. Tak tunggu ndek sana ya. Tolong arek-arek diberi doa agar persiapan natal kami lancar," begitu kira-kira tulinya di WA. Aku hanya ngakak saja. 
Hari itu, aku sudah niatkan untuk mampir ke GKI Bondowoso. Tiga kali aku ke Bondowoso namun belum pernah ke gerejanya Marti. Padahal aku berkali-kali bekerja bersamanya di banyak event. Maka, setelah mengisi acara BAMAG setempat di GPIB Bondowoso, aku meminta Afif, kordinator GUSDURian setempat, mengantarku. 
"Nggak pakai helm, Fif," tanyaku. Ia hanya meringis. "Aman mas,"
Aku pun tiba di gereja mungil. Martin menyambutku dan mengantarkan ke dalam. Aku …

PERNYATAAN SIKAP JARINGAN ISLAM ANTIDISKRIMINASI (JIAD) TERKAIT PELARANGAN NATAL DI SUMATERA BARAT DAN HIMBAUAN MUI JAWA TIMUR

JIAD bersyukur peristiwa pelarangan Natal di dua kabupaten di Sumbar mencuat ke publik setelah sekian lama luput pengamatan. Pelarangan ini tidak bisa diterima, baik secara nalar maupun konstitusi. Keduanya menjamin kemerdekaan beragama/berkeyakinan sekaligus ekspresinya. 

JIAD sangat menyayangkan respon Negara yang terkesan lembek menghadapi masalah ini. Negara dan aparatusnya perlu belajar lagi tentang Pancasila dan Konstitusi; bahwa apapun perikatan/perjanjian/kesepakatan yang bertentangan dengan Pancasila dan Konstitusi tidaklah bisa dibenarkan. 
Dulu ada kasus, seorang Katolik dilarang tinggal di pemukiman Muslim di Bantul atas dasar tradisi dan kesepakatan. Namun Negara hadir dan senyatanya menyelesaikan masalah itu. Kuncinya ada di aparat negara. Keengganan mereka justru menimbulkan spekulasi sejauhmana radikalisme menelusup di tubuh negara? 

Negara perlu segera turun tangan ikut memastikan umat Kristiani di dua kabupaten tersebut terpenuhi hak-haknya. Biarlah Natal tahun ini menj…

DRAMA PEMBEBASAN DI JAZZ

Doktrin kelima dari 9 nilai utama Gus Dur adalah pembebasan. Kata ini dalam bahasa Inggris bisa dipadankan dengan "to liberate," artinya, menurut Webster, " to free (someone or something) from being controlled by another person, group, etc."

Doktrin ini, dengan demikian, mendorong setiap kader GDian untuk senantiasa bekerja melakukan pembebasan dalam hal apa saja. Misalnya, jika kamu melihat ada salah satu dari pasangan yang hidup menderita dalam relasi pacaran, maka tugasmu adalah memerdekakan salah satunya dari penderitaan. 


"Kenapa kamu tetap bersamanya padahal menderita?" tanya kader kepada Korban.  "Aku suka dia, mas," katanya menunduk. "Aku tahu, namun seyakin apa rasa sukamu padanya pantas dibalas dengan penderitaan seperti ini? Lihatlah, ia sedang bergandengan dengan orang lain," tambah kader. "Duuhh mas.. Sesak dada ini," ia membuang muka.
"Kenapa kamu tidak memilih orang lain yang jelas lebih menyayangimu?" Kade…

AMNESIA MAKELAR NATAL

"Hai mas.. Apa kabar?" 

Tiba-tiba punggungku dicolek perempuan. Aku langsung menoleh ke belakang, melihatnya. Cantik dan bermuka teduh. 
"Hai.. Apa kabar? Selamat Natal ya," aku membalasnya dengan hangat sembari langsung berdiri. Aku masih terus berfikir siapa perempuan ini. Sejenak aku meyakini ia adalah salah jemaat Persekutuan Doa Oikukemene Kasih yang tadi malam menggelar acara Natal. Namun memoriku menyangsikannya. Wajahnya begitu familiar. Aku tak ingat pernah bertemu di mana.
"Aku sama suamiku di belakang," katanya sembari terus memegang perutnya. Aku melihat ia tampak kepayahan dengan perut yang makin membuncit. Usia kehamilan di atas 7 bulan. 
Aku melambai ke arah suaminya, tersenyum, dengan tetap dirundung pertanyaan utama; siapa sebenarnya perempuan ini; di mana kami pernah bertemu. Pikiranku terus aku genjot untuk segera menemukan siapa ia dalam belantara memoriku. Sayang gagal total. 
"Main dong ke gerejaku di Kebraon," cletuknya.
Deg...
A…

MIRA DAN AGAMANYA

"Gus, saya Mira. Katolik. Saya datang dari Depok. Saya hanya ingin berbagi cerita saja di forum ini," ungkapnya dari  pojok belakang forum diskusi "Memaknai Kelahiran Isa Almasih," di GKI Kebayoran Baru tadi malam (7/12).

Mira dulunya Islam. Ia kemudian memutuskan berpindah ke Katolik. Tidak mudah baginya untuk hal tersebut. Ia kerap sembunyi-sembunyi untuk membaca setelah Alkitab karena takut menyakiti orang-orang terdekatnya. 
"Mbak, matur nuwun atas sharingnya. Mungkin aku salah namun menurutku tugas suci manusia adalah menjadi cahaya bagi alam raya. Berbuat baik dan nengasihi. Tidak menyakiti orang lain. Cahaya bisa berwujud apa saja. Lampu petromaks, halogen, lilin, ublik, atau bahkan krim antiaging," kataku.
Jika untuk mampu menjadi cahaya seseorang perlu bantuan agama, maka beragama menjadi wajib baginya. Dan jika untuk menjadi cahaya pula ia butuh pertolongan agama tertentu, maka agama tersebut harus ia pilih. 
Saya menggaris bawahi dua bantuan di ata…

LINDUNGI KOTA SANTRI(WATI) DARI KEJAHATAN SEKSUAL

Rilis Jaringan Alumni Santri Jombang (JASiJO)



Setelah dihantam kasus kekerasan seksual massal di SMPN 6 setahun lalu, Kota Santri kembali didera cobaan yang sama. Kali ini santriwati salah satu pesantren di kawasan Ploso Jombang menjadi Korban kekerasan seksual yang diduga dilakukan oleh salah satu elit pesantren tersebut. Polisi sendiri sudah menetapkan MS, diduga pelaku, sebagai tersangka. 
Berkaitan dengan hal tersebut, Jaringan Alumni Santri/wati Jombang (JASiJo) menyatakan sikap sebagai berikut:
 1.  Mengecam aksi kekerasan seksual terhadap Korban santriwati  2. Mengapresiasi kesigapan Polres Jombang dalam merespon kasus ini serta berani membongkar seluruh skandal yang telah berlangsung lama. JASiJo berkeyakinan masih ada Korban lain dalam skandal ini. Kepolisian juga tidak perlu minder dan takut mengingat kasus ini melibatkan "orang besar"  3. Mendukung kepolisian untuk memberikan keadilan publik dan Korban dengan cara mempertimbangkan untuk menahan tersangka mengingat anca…