Skip to main content

MELUNASI JANJI DI GKI DAN GKJW KOTA SANTRI


Kemarin aku menulis status panjang. Status tentang janjiku pada muslimah milenial perempuan untuk mendampinginya masuk gereja, pertama kali dalam hidupnya. Perempuan itu bernama Jihan. Ia yang memakai jilbab di sampingku.

Aku tunaikan janjiku malam ini padanya, di GKI Jombang.

"You are gonna be fine, with me. I will not let you walk alone," aku mengucapkan padanya.

Jihan dan Ainur --yang berkopiah- datang menjemputku di rumah. Keduanya ikut menata roti yang aku pegang. Meletakkan lilinnya dan mengiris roti. 

Roti itu aku beli di toko sebelah rumah bersama Cecil siang hari. Cecil pula yang memilih warna roti dan lilinnya. "Merah aja, Yah. Warna natal," katanya di toko roti. Penjaga toko, ABG perempuan Islam, sempat heran saat Cecil ngomong seperti itu. 


Keheranannya mungkin disebabkan Cecil mengucap "alhamdulillah" dengan keras saat bersin di hadapannya, sebelum ngomong soal Natal. "Mbaknya tadi wajahnya berubah saat aku ngomong Natal. Mungkin ia pikir 'anak ini Islam kok beli kue untuk Natal'" katanya tertawa-tawa saat aku bonceng menuju Stasiun tadi.

Kepada Jihan, aku meminta agar ia mau menuliskan pengalaman pertama kalinya masuk gereja. Pasti menyenangkan. Kepadanya pula aku mengingatkan agar ia siap-siap dirisak karena pilihannya ini. 

"Dibully itu menyenangkan lho kalau dinikmati," kataku di mobil. Keduanya tertawa terbahak-bahak.

Kami tak sampai selesai di GKI Jombang. Aku harus berada di tempat lain. WAku terus berbunyi mengingatkanku agar segera merapat ke GKJW Bongsorejo. Aku harus memberi sambutan di sana. 

"Ayo ndang mrene. Dienteni Wabup," kata Pdt. Ridha.

Maka GKJW Bongsorejo menjadi natalan kedua bagi Jihan dan Ainur malam ini. Bagaimana perasaan yang berkecamuk di dada keduanya? Entahlah. Namun Jihan sempat ngomong pendek di mobil. "Kulo mbrabak, gus," 

Mbrabak adalah bahasa jawa untuk melukiskan wajah yang sedang menahan air mata agar tidak ambrol. Situasi ini biasanya dipicu oleh perasaan trenyuh, takjub, senang, atau sejenisnya.

Aku terus mendengar ceritanya sembari membatin "Janjiku telah terlunasi."

Inilah ceritaku kemarin malam. #natalangusdurian #gusduriannatalan

Comments